BKKBN bantu APD 12.218 bidan di Sumsel cegah penyebaran COVID-19

Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Selatan menyerahkan bantuan 4.000 masker dan 10.000 sarung tangan untuk 12.218 bidan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota sebagai upaya mencegah penyebaran COVID-19.

 

Kepala BKKBN Sumsel nopian Andusti mengatakan bidan yang merupakan mitra strategis BKKB disadari sangat rentan tertular karena bersentuhan langsung dengan pasien dan masyarakat sehingga sangat membutuhkan alat pelindung diri (APD) dalam menjalankan tugasnya.

“Ditengah pandemi COVID-19 ini, bidan tetap bertugas seperti biasa dalam melayani masyarakat, mulai dari membantu persalinan hingga pemasangan alat kontrasepsi. Mereka sejatinya sangatlah rentan, sehingga harus menggunakan APD dalam bertugas,” kata dia.

 

Penyerahan bantuan ini dilakukan secara serentak melalui video conference dengan aplikasi Cisco WebEx pada acara pembukaan Pertemuan Nasional Peningkatan Kesertaan ber-KB tahun 2020 untuk Sumatera, Bali, Banten dan NTB.

Selain APD, BKKBN juga memberikan bantuan alat kontrasepsi yakni suntikan 8.000 vials, pil 8.000 cycles dan kondom 800 lusin. Bantuan alat kontrasepsi ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang pendapatannya terganggu akibat dari penyebaran virus corona.

 

“Alat kontrasepsi ini akan diberikan ke bidan, terutama ke bidan yang mandiri dalam praktek,” kata dia.

Ketua PD IBI Sumsel Lisa Mora Braksan mengatakan Mandiri Praktek Bidan (PMB) saat ini rentan dan mengkhawatirkan dalam menjalankan aktivitasnya di tengah pandemi virus corona ini.

 

“Banyak warga di perkotaan yang kembali ke kampung sehingga dikhawatirkan menjadi pembawa virus ke desa, sementara bidan tidak mengetahui riwayat pasiennya. Kami sangat mengapresiasi bantuan APD ini di tengah sulitnya mendapatkan APD di pasaran saat ini,” kata dia. (YP/Rizki)