Cegah Stunting di Masa Pandemi Covid-19

Masalah lain yang perlu dihadapi oleh Indonesia selain pandemi COVID-19 adalah gizi buruk yang bisa menyebabkan stunting. Stunting sangat penting untuk dicegah. Hal ini disebabkan oleh dampak stunting yang sulit untuk diperbaiki dan dapat merugikan masa depan anak.

Baru-baru ini Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan bekerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lahat melaksanakan kegiatan Sosialisasi Materi dan Media KIE Proyek Prioritas Nasional di Kecamatan Pseksu / Penjalang Suku Empayang Kikim Saling Ulu (Rabu, 25/11/2020) dan Kecamatan Lahat (Kamis, 26/11/2020) di Kabupaten Lahat. Sasaran sosialisasi ini adalah pengelola Pro PN, PKK, dan ibu hamil serta ibu yang memiliki bayi umur dua tahun.

Acara yang juga dihadiri oleh Lurah, Camat, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat ini dilaksanakan sesuai protokol kesehatan 3 M dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Dalam sambutannya Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Nopian Andusti mengatakan bahwa keluarga merupakan aspek terpenting untuk menekan angka stunting di masa Pandemi COVID-19. Dia menegaskan pencegahan stunting telah diupayakan secara aktif oleh posyandu, sosialisasi dan edukasi.

Kholifaturrachman, SH, Widyaiswara BKKBN Sumsel mengungkapkan sosialisasi ini diberikan agar ibu hamil serta pasangannya dapat memperoleh informasi terkait asupan nutrisi yang baik selama masa kehamilan, seperti menu sehat seimbang, asupan zat besi, asam folat, dan vitamin. Tidak hanya itu, dia juga menyarankan agar ibu hamil dapat menjalankan pemeriksaan rutin ke posyandu minimal empat kali selama kehamilan.

Pencegahan stunting tidak hanya menjadi urusan ibu, melainkan juga pasangannya. Suami dapat memberikan stimulasi pada janin dengan mengelus-elus perut ibu dan mengajak janin bicara sejak usia kandungan 4 bulan. Selain itu, komunikasi juga diperlukan untuk membantu ibu baik secara fisik maupun mental dalam menghadapi kehamilannya. Peran suami lainnya adalah memberikan dukungan emosional kepada ibu dan anak. Misalnya dengan menemani ibu melakukan pemeriksaan kehamilan dan menemani anak dalam bermain.

Senada dengan Kholifaturrachman, Nopian juga menekankan pentingnya gizi para ibu hamil. “Selama masa kehamilan, seorang ibu harus rajin mengonsumsi asam folat, zinc, yodium, dan vitamin karena kekurangan asam folat bisa menyebabkan gangguan pertumbuhan pada janin dan perkembangan otak pada anak. Ayo ibu-ibu… sama-sama kita perangi stunting demi masa depan yang lebih baik,” himbaunya.

Selain asupan gizi, inovasi lain yang bisa dilakukan untuk mempercepat penurunan angka stunting ialah dengan pemberian imunisasi dasar pada bayi dan memantau tumbuh kembang anak di masa pandemi.

Di sela kegiatan sosialisasi ini, Nopian Andusti juga menghadiri Penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) BKKBN Pusat TA 2021 secara online melalui aplikasi Webex Cisco Meeting di Kantor Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Muara Enim. DIPA sendiri adalah dokumen pelaksanaan anggaran yang disusun oleh Pengguna Anggaran / Kuasa Pengguna Anggaran berdasarkan Keputusan Presiden mengenai rincian anggaran belanja pemerintah pusat yang fungsinya sebagai dasar pelaksanaan anggaran setelah mendapat pengesahan dari Menteri Keuangan. (YS)