BKKBN bersama Anggota Komisi IX DPR RI Sosialisasikan Program 21-25 Keren

Jum’at, 11 Desember 2020 Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan bersama Anggota Komisi IX DPR-RI Dapil Sumsel, Ir. Sri Meliyana dan Direktur Bina Keluarga Balita dan Anak BKKBN Pusat melaksanakan kegiatan sosialisasi di dua titik pada Kabupaten yang berbeda.

Jum’at pagi rombongan BKKBN bertolak ke Balai Pertemuan Desa Simpang III Pumu, Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat untuk menghadiri Kegiatan Sosialisasi Program Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Tahun 2020 dengan Tema 21-25 Keren. Kemudian sore harinya perjalanan dilanjutkan ke Graha Lembah Dempo, Kecamatan Pagar Alam Utara, Kota Pagar Alam untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi Advokasi dan KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja.

Kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala Desa Simpang III Pumu, PKK, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Anggota DPRD Kabupaten Lahat, Kepala Dinas PPKBP3A Kota Pagar Alam.

Ibu Sri Meliyana selaku anggota Komisi IX DPR-RI mengatakan sosialisasi ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama para remaja mengenai pentingnya merencanakan masa depan khususnya perencanaan memasuki kehidupan berkeluarga untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera. Dalam kesempatan ini, ia juga menyampaikan himbauan untuk bersama-sama memajukan Program Bangga Kencana di Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam.

Pada sambutan Direktur Balnak BKKBN, Safrina Salim, SKM., M.Kes mengingat semakin tingginya angka perceraian dan KDRT maka solusi terbaik untuk menekan angka perceraian di masa pandemi Covid-19 ini adalah dengan menggalakkan Program 21-25 Keren.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengedukasi masyarakat khususnya remaja dengan memberikan informasi yang tepat terkait usia ideal menikah 21-25,” kata Safrina.

Menurut Safrina lagi, untuk melanjutkan kehidupan berkeluarga diperlukan persiapan yang matang, baik dari sisi mental, fisik, ekonomi dan juga medis. “Secara medis, organ reproduksi wanita akan matang sempurna di umur 21 tahun, sehingga jika terjadi kehamilan di bawah usia 21 tahun akan beresiko bagi wanita dimana akan mudah terkena kanker serviks, keguguran, bahkan kematian pada ibu dan anak,” ujarnya.

Terkait Program Bangga Kencana, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan, Nopian Andusti memberikan apresiasi terhadap kinerja dan keberhasilan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Lahat dan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Pagar Alam.

“Saya sangat berterimakasih dan mengapresiasi pelaksanaan Program Bangga Kencana di Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam walaupun di masa pandemi Covid-19 ini, masih tetap semangat melaksanakan pelayanan kesehatan, termasuk pelayanan KB dengan baik” jelasnya.

“21-25 Keren ini adalah langkah awal dalam perencanaan keluarga bagi generasi muda untuk menguatkan konsep menikah di usia ideal, dimana usia minimal menikah bagi perempuan adalah 21 tahun dan bagi laki-laki minimal 25 tahun” tambahnya.

Di akhir acara sosialisasi, Anggota Komisi IX DPR RI, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumsel dan BKKBN Pusat menyerahkan bantuan sembako kepada kader KB dan penyuluh KB secara simbolis dan juga kepada masyarakat. (YS/FR)