BKKBN SUMSEL GELAR SOSIALISASI APLIKASI MONIKA BAGI BIDAN DI KABUPATEN OKI

Selasa, 28 Januari 2020, tim MONIKA Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan sosialisasi aplikasi Monitoring Berkualitas (MONIKA) bagi bidan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di kantor Sekretariat IBI Kabupaten OKI. Aplikasi MONIKA merupakan aplikasi yang dirancang untuk menjawab permasalahan kompetensi bagi dokter dan bidan yang telah dilatih CTU IUD implant oleh BKKBN sejak tahun 2011 hingga tahun 2016, untuk memetakan dokter dan bidan yang memiliki Sertifikat Kompetensi. Bila belum memiliki sertifikat kompetensi dapat mengikuti proses sertifikasi melalui website MONIKA. Kegiatan sosialisasi Aplikasi MONIKA merupakan perwujudan dari Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor 374/JNPK-KR/XII/2017 bulan November 2017 tentang penilaian kompetensi bidan peserta pelatihan CTU yang dilaksanakan oleh BKKBN pada periode tahun 2011 s.d 2016 yang telah dikeluarkan oleh IDI, IBI, POGI dan JNPK-KR. Kegiatan sosialisasi dihadiri oleh Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Sumatera Selatan; ibu Hj. Lisa Morah Hamza, S.Sos, M.Kes, Kabid KB DPPKB Kabupaten OKI; ibu Hermayani, SKM, MKM, Ketua IBI Kabupaten OKI dan Tim dari Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Selatan. Tenaga medis baik dokter maupun bidan yang dapat diberikan sertifikat kompetensi melalui aplikasi MONIKA adalah dokter dan bidan yang telah mengikuti Pelatihan Contraceptive Technology Update (CTU), IUD dan Implant yang dilaksanakan oleh BKKBN periode Tahun 2011 s.d 2016. Tim memberikan sosialisasi pada pengurus ranting IBI Kabupaten OKI yang sebagian telah mendapat pelatihan CTU IUD dan Implan tahun 2011 s.d 2016 sebanyak 35 orang. Setelah dilakukan sosialisasi ada 8 bidan yang dapat menyelesaikan proses hingga login ke aplikasi. Namun, belum ada bidan yang dapat melakukan submit dikarenakan belum membawa berkas hasil pelayanan IUD.

Selain melakukan Sosialisasi Aplikasi MONIKA, tim juga melakukan monitoring dan evaluasi administrasi pengadaan alokon ke Kantor DPPKB Kabupaten OKI. Diketahui bahwa, stok opname sampai dengan 31 Desember 2019 adalah sebagai berikut: IUD sebanyak 119 unit, kondom sebanyak 50 lusin, implan sebanyak 5030 set, suntikan sebanyak 6735 vial dan pil sebanyak 9495 strip. Adapun untuk jumlah pemakaian alokon pada tahun 2019 antara lain, IUD sebanyak 166 akseptor, implant sebanyak 4.883 akseptor, kondom sebanyak 4360 akseptor, suntikan sebanyak 75.038 akseptor, serta pil sebanyak 36.787 akseptor. Selanjutnya, tim melakukan pemantauan ke Peran Pelayanan KB Rumah Sakit (PKBRS) Kota Kayu Agung yaitu ke RSUD Kayu Agung. Berdasarkan hasil pemantauan, diketahui bahwa sudah ada Perda yang mengatur tarif pelayanan KB sedangkan untuk alokonnya diberikan gratis dari BKKBN. Untuk jadwal pelayanan IUD dan Implan hanya 1 (satu) kali seminggu sedangkan untuk suntik, pil dan kondom 3 (tiga) kali seminggu. Adapun pelayanan yang paling banyak diberikan adalah suntikan dan tubektomi.