Depan > Index Berita > BKKBN Sumsel Peringati Hari Keluarga ke XX di Kota Lubuk Linggau
BKKBN Sumsel Peringati Hari Keluarga ke XX di Kota Lubuk Linggau
Sabtu, 6 Juli 2013

harganas 20.jpg
Dalam rangka memantapkan kesadaran keluarga dan masyarakat untuk lebih memberikan perhatian terhadap peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga baik ayah, ibu ataupun anak dalam suasana komunikasi dan interaksi yang harmonis untuk memperkokoh ketahanan keluarga, Provinsi Sumsel menggelar Peringatan Hari Keluarga XX yang sekaligus disatukan dengan  Pencanangan Bakti Sosial TNI-KB-Kes Tahun 2013.

Perhelatan tersebut dilaksanakan, Sabtu (6/7) di Kota Lubuk Linggau. Hadir dalam kesempatan itu Direktur Advokasi dan KIE Drs Yunus Patriawan Noya Msi yang mewakili Deputi Bidang Adpin BKKBN, Kasdam II/Sriwijaya BRIGJEN TNI Syahiding, DANREM 044/GAPO Kol Inf Rochadi, Asisten Teritorial DAM II/Sriwijaya Letkol Czi I Nyoman Parwata, Ketua TP PKK Sumsel beserta jajarannya, Kepala Perwakilan BKKBN Prov Sumsel Dra Sri Rahayu MSi, Walikota Lubuk Linggau H SN Prana Putra Sohe beserta Ketua TP PKK Lubuk Linggau dan seluruh unsure pemerintahan Kota Lubuk Linggau, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta masyarakat Lubuk Linggau dan sekitarnya, dan tentunya tidak ketinggalan adalah hadir para petugas lapangan KB, IMP, serta pengurus IpeKB Propinsi Sumsel.

Pencanangan kegiatan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf dengan pemukulan gong didampingi oleh semua petinggi yang hadir. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sumsel H Eddy Yusuf mengatakan, peringatan hari keluarga XX dan Pencanangan Bakti Sosial TNI-KB-Kes Tahun 2013 dilaksanakan selain bertujuan untuk mengingatkan masyarakat akan perlunya norma keluarga kecil bahagia sejahtera dan menjadi keluarga harmonis, juga untuk membentuk ketahanan keluarga yang kokoh. “Jangan sampai penerus bangsa ini terlibat seks bebas, narkoba, jangan sampai terkena penyakit berbahaya HIV AIDS” paparnya.

Lanjutnya, Untuk menciptakan SDM yang berkualitas keluarga mempunyai peran yang sangat strategis karena keluarga merupakan basis dari bangsa-bangsa yang berkualitas.

Penduduk merupakan sumber daya manusia. Yang apabila penduduk suatu Negara baik secara kualitas bagus maka penduduk tersebut akan menjadi sumber daya manusia yang menggerakkan roda pembangunan. Begitu juga sebaliknya kondisi penduduk yang buruk seringkali menjadi sumber dari berbagai masalah ekonomi, kemiskinan, sosial budaya maupun pertahanan keamanan. Bahkan pertumbuhan ekonomi  yang tinggi sekalipun bisa menjadi tak berarti apabila dihadapkan pada rendahnya kuantitas dan kualitas penduduk yang SDM nya lemah.

Sementara itu, Kasdam II Sriwijaya Brigjen TNI Syahiding didampingi AsterDAM II/Sriwijaya sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Letkol Czi I Nyoman Parwata mengatakan, kerjasama BKKBN dengan TNI harus selalu dipadukan dalam upaya Optimalisasi Percepatan pencapaian sasaran  Pembangunan Kependudukan dan KB untuk mendukung tercapainya sasaran Millenium Development Goals (MDG's), kerjasama ini  melalu merupakan ujud nyata keterlibatan TNI dalam ikut bertanggung jawab kepada seluruh pembangunan Indonesia.

Menurutnya, Keluarga Berencana pada dasarnya bukan hanya mengatasi kelahiran atau mengendalikan laju pertambahan penduduk, tetapi lebih dari itu adalah bertujuan untuk merencanakan dan menciptakan keluarga kecil yang sehat, sejahtera dan bahagia. Lanjutnya, Pembangunan kependudukan dan keluarga berencana diarahkan agar investasi sumber daya manusia ke depan lebih baik dan lebih berkualitas, tentunnya melalui proses yang panjang. Jadi Jajaran  TNI akan  secara optimal membantu dalam pembangunan kependudukan dan KB, karena stabilitas keamanan nasional dimulai dari pembangunan kualitas SDM

Dalam rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan pula pemberian penghargaan untuk berbagai lomba (Bidan Mandiri, PLKB teladan, Lomba Pidato Kependudukan, Keluarga Harmonis, PIK R/Mahasiswa, dsb.  pengobatan gratis, gelar UPPKS dengan mengikutsertakan kelompok UPPKS dari 15 kabupaten dan Kota, pelayanan KB kepada akseptor dan mampu melayani akseptor KB sebanyak 139 akseptor, meliputi Implant = 134  orang, IUD = 1 orang, PIL = 2 akseptor, dan Suntik = 2 akseptor. (santo-datin)