Depan > Index Berita > OKU Timur Miliki Kampung KB Tingkat Kecamatan
OKU Timur Miliki Kampung KB Tingkat Kecamatan
Selasa, 21 Februari 2017
 

OKU Timur (20/2) -  Sebanyak 20 Kecamatan di Kabupaten OKU Timur akan memiliki kampung KB yang bertujuan untuk menekan angka pertumbuhan penduduk dan mendukung program pemerintah dalam menciptakan keluarga kecil sejahtera. Hal itu diungkapkan Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur Hj.Rusmiyati Kholid dalam sambutannya pada acara Pembentukan Kampung KB Tingkat Kecamatan Se-Provinsi Sumsel dan Pencanangan Bhakti Sosial TNI BK-kes 2017 di Desa Campang Tiga Ilir, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala BKKN RI dr Surya Candra Surapaty, MPH, Bupati OKU Timur H.M. Kholid Mawardi, Wakil Bupati Fery Antoni, Kepala BKKBN Sumsel Drs.Waspi, Kepala Dinas PPKB kabupaten oku timur/kota Se-Sumsel, serta unsur muspida. Ketua TP PKK Kabupaten OKU Timur Hj Rusmiyati Kholid berharap, Dengan adanya kegiatan tersebut dapat meningkatkan antusias masyarakat dalam mengikuti program KB mulai dari tingkat desa, hingga perkotaan sesuai dengan program pemerintah dalam menekan meningkatnya angka pertumbuhan kependudukan.Tujuan utama dari program KB tersebut adalah membentuk keluarga kecil yang bahagia dan berkualitas,” katanya. Dengan adanya program satu kecamatan satu kampung KB tersebut, dia berharap, pemerintah daerah maupun pihak swasta dapat ikut serta dalam memfasilitasi pendampingan dan pembinaan masyarakat agar turut serta berperan aktif dalam pengendalian pertumbuhan penduduk seperti KB maupun dalam indikator pembangunan lintas sektoral lainnya. 
Pada tahun 2016 telah dicanangkan kampung KB di setiap kabupaten, dan OKU Timur sudah membentuk kampung KB di wilayah kecamatan Jayapura. Sedangkan untuk tahun 2017 akan dibentuk kampung KB disetiap kecamatan sehingga OKU Timur kedepan akan memiliki 20 kampung KB sesuai dengan jumlah kecamatan yang ada. Sementara Kepala BKKBN RI Dr. Surya Chandra berharap agar seluruh penggerak KB yang ada di Sumsel dalam melakukan pengelolaan kampung KB dengan serius mengingat program pemerintah saat ini adalah untuk menekan pertumbuhan penduduk. Dikhawatirkan tahun-tahun selanjutnya akan terjadi pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi jika tidak dilakukan upaya penekanan pertumbuhan penduduk dari saat ini. Tingginya pertumbuhan penduduk tentu saja akan mengancam ketananan pangan nasional, katanya. Dia meminta kepada seluruh element masyarakat untuk menjadi motivator dalam dan komunikator dalam menyampaikan pentingnya mengikuti program KB tersebut. Tentunya kata dia, keberadaan kampung KB yang telah diresmikan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat sehingga program yang dirancang tidak sia-sia.

Sedangkan Bupati OKU Timur H.M. Kholid Mawardi mengatakan bahwa program KB di OKU Timur saat ini masih bersifat jangka pendek dan sebagian besar masih menggunakan pil dan Kondom. Dia berharap masyarakat dapat mengikuti program KB jangka panjang sehingga apa yang diprogramkan oleh pemerintah pusat benar-benar bisa tercapai. “OKU Timur dalam hal KB ini masih mengalami kekurangan dokter harapan kedepan tentunya ada dokter khusus yang bisa menerapkan MOP tersebut,” katanya. Sementara Kepala Dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana OKU Timur Juwairiyah SE MM dalam sambutannya, mengatakan dalam kegiatan tersebut selain diresmikan pencanangan kampung KB,dilaksanakan juga pemberian bantuan berupa peralatan KB, serta benih padi dan jagung. Selain itu digelar juga pelayanan kesehatan gratis mulai dari KB gratis, berupa IUD, implant suntik, pil dan kondom dengan bekerjasama dengan dinas kesehatan Kabupaten OKU Timur. “Kita juga melayani pelayanan kesehatan secara gratis, sunatan massal, pemeriksaan golongan darah dan digelar juga pameran UPPKS,” katanya. Dalam kesempatan itu juga diserahkan bantuan kepada masyarakat berupa IUD (Intra Uterine Device), benih jangung sebanyak 15,5 ton untuk lahan seluas 1035 hektare (Ha) benih padi sebanyak 12,5 Ton untuk lahan seluas 500 Ha dan bantuan pembuatan WC untuk 200 kepala keluarga yang tersebar di 20 kecamatan di OKU Timur. (DATIN Sumsel/Info)