Hadir di Banyuasin, dr. Hasto : Pentingnya Pendampingan, Konseling & Pemeriksaan Sebelum Menikah untuk cegah Stunting.

Kepala BKKBN RI dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (PPPA Rl) menghadiri Acara Peresmian dan Komitmen Bersama Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) Serta Desa Bebas Stunting di Desa Tabuan Asri, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin.

Berdasarkan Hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) Tingkat Nasional, Provinsi, dan Kabupaten/Kota Tahun 2021 Angka stunting di Sumatera Selatan masih berada di angka 24,8 persen masih jauh dari target nasional yakni 14 persen.

Menteri PPPA RI, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E, M.Si menyampaikan “, Anak-anak adalah masa depan bangsa kita, generasi penerus bangsa. Jika kita ingin mencapai bangsa yang tangguh, sejahtera, dan maju sebagaimana cita-cita kita semua, maka investasi terbesar dan terpenting yang perlu kita wujudkan adalah berinvestasi pada anak-anak kita”, tutur Menteri Bintang.

dr. Hasto menerangkan, “Salah satu kegiatan prioritas yang ditetapkan adalah pendampingan kepada keluarga berisiko stunting oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) terdiri dari bidan desa, kader PKK dan kader KB. Secara Nasional sudah terbentuk 200 ribu Tim Pendamping Keluarga atau 600 ribu orang. TPK ini bertugas untuk melakukan pendampingan kepada remaja/calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-59 bulan, sehingga memiliki pemahaman yang cukup dalam upaya pencegahan stunting”, terang dr. Hasto.

Untuk menjamin tercapainya keberhasilan tersebut, dr. Hasto menambahkan perlunya adanya sinergitas dan kolaborasi antara BKKBN, Kementerian terkait, serta seluruh pihak agar substansi sinergitas dan kolaborasi dalam pencegahan stunting dari hulu tersebut dapat diimplementasikan. Program ini perlu disosialisasikan dan ditindaklanjuti di level lapangan.


Warning: file_get_contents(index.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/sumsel2bkkbngo/public_html/wp-includes/plugin.php on line 443